KETIKA CINTA DATANG

    Rintik hujan membuat aku berlari dan berteduh di sebuah ruko. "Alamak, bajuku basah", gerutuku. Hujan semakin deras , aku mencoba bersabar dan berharap hujan akan  berhenti sebelum pukul 10.00 pagi ini. Ada sedikit gelisah takut terlambat, tetapi aku mencoba tenang agar tidak kusut wajahku. Tit ... Tit ... Suara mobil di depanku . Jendela mobil itu pun terbuka, akupun membungkukkan badanku dan sedikit senyum. " Mau wawancara, ya. Ayo masuk ", ajaknya, aku hanya bilang terima kasih sambil kukasih lambaian tangan. "Hujan semakin deras, ayo nanti terlambat. Naiklah", pintanya lagi. Sekali lagi aku tolak. Sebenarnya aku mau tetapi aku takut, karena aku baru kenal dia. Dia lelaki kemarin bertabrakan di pintu kantor wawancara pertama. Dia memang ramah dan baik, tidak mungkin aku begitu saja mau diajak dia. Pria itupun pergi dan mengacungkan jempol sambil tersenyum. "Baiklah, sampai jumpa di kantor", ucapnya. Aku menganggukkan kepala. 
       Hujan agak sedikit reda, aku berlari kecil . Kututup kepalaku dengan tas. Sampai di kantor bajuku basah , aku bergegas berjalan mencari ruang personalia . Melihat jam tangan lima menit lagi wawancaraku, aku sedikit lega. Sudah banyak yang menanti panggilan , aku rapikan baju dan rambutku yang kena basah. Tiba-tiba namaku terpanggil. Deg-degan juga hati ini, "Semoga keterima , ya Allah", doaku sebelum masuk. Ups... Dia ?!! . " Selamat pagi , pak", kataku. Pria itu tersenyum, "Pagi,baju dan rambutmu basah. Coba tadi ikut saya, tidak akan basah seperti itu", kata pria yang tadi mengajakku naik mobil. Aku tersenyum dan membungkuk dan terus duduk, karena dipersilahkan duduk olehnya. Wawancara sudah selesai . Aku disuruh menunggu satu minggu lagi untuk tahu di terima atau tidak di kantor itu. Akupun bergegas pulang. 
      Seminggu kemudian handphone berdering, " Selamat siang, ini dengan nona siska. Ini dari kantor PT. DIRGUR memberitahukan  bahwa anda di terima bekerja di perusahaan kami. Harap anda datang besok untuk teken kontrak. Temui bapak Windargo , sekian terima kasih". Pemberitahuan itu sangat membahagiakanku. Aku akan bekerja di perusahaan bonavit yang aku mau. Entah kenapa tiba-tiba  terbesit bertemu pria yang mewawancara kemarin itu. Jantungku berdebar , "Tidak ... Jangan jatuh cinta", berontak hatiku. Aku hanya ingin bekerja dan sukses . Itu tekadku . 

Komentar